Oleh : Sultan Musa
![]() |
Gambar ilustrasi by google |
meski membilang gerimis,
ku tahu kerumunan doa
sedang bertarung di langit
meski membelah harapan,
keinginan tak selalu
bertemu kenyataan
perjalanan belum usai
angin pun terbuai
namun ada kata yang hilang
jiwa serasa cermin
seruan riuh ke dalam diri
secercah jawaban dari keraguan
ya kata "merelakan",
bunyinya sederhana
dari masalalu yang masih menganga
dan masih tersimpan
; kecewa lama
adalah suatu penerimaan...
'bahwa tidak semua berjalan seperti yang diinginkan'
-2024
SULTAN MUSA, berasal dari Samarinda - Kalimantan Timur. Tulisannya tersiar diberbagai platform media online & media cetak Nasional maupun Internasional.
Karya - karyanya masuk dalam beberapa Antologi bersama penyair Nasional & Internasional. Puisinya terpilih pada event "Challenge Heart and Art for Change" Collegno Fòl Fest Turin - ITALIA (2024).
Buku tunggalnya bertajuk “Titik Koma” nominee buku puisi unggulan Penghargaan Sastra 2021 Kantor Bahasa Provinsi Kalimantan Timur.
Tercatat pula di buku “Apa & Siapa Penyair Indonesia – Yayasan Hari Puisi Indonesia” Jakarta 2017. Adapun Instagram : @sultanmusa97
Mohon Berkomentar Dengan Bahasa Yang Sopan. Terima Kasih